Apa itu “Pemanasan Global”?


Pemanasan global
merupakan peningkatan temperatur global rata-rata bumi, yang pada akhirnya akan mengakibatkan perubahan iklim. 

Tuhan telah menciptakan atmosfir dengan kandungan gas-gas tertentu. Atmosfir inilah yang berperan besar menciptakan iklim di permukaan bumi. Bila komponen-komponen pembentuk atmosfir ini dirubah maka akan merubah sifat-sifat penghantar panasnya. Beberapa jenis gas bersifat mengikat panas. Bila jumlah komponen gas-gas yang mengikat panas tersebut meningkat, maka akan terjadi peningkatan panas di muka bumi.

Kalau ditinjau dari kejadiannya, pemanasan global merupakan kejadian yang diakibatkan oleh :

1) Meningkatnya temperatur rata-rata pada lapisan atmosphere

2) Meningkatnya temperatur air laut

3) Meningkatnya temperatur pada daratan

Gejala terjadinya pemanasan global diantaranya :

1) Pergantian musim tak menentu

2) Hujan badai melanda di mana-mana

3) Sering muncul angin putting beliung

4) Banjir dan kekeringan dimana-mana

5) Penyakit mewabah di banyak tempat, dan sebagainya

Banyak ahli berpendapat bahwa penyebab utama pemanasan bumi adalah aktivitas manusia walau ada penyebab lain bersifat alami. Penyebab dari aktivitas manusia antara lain :

1) Pembakaran bahan batu bara(untuk pembangkit listrik)

2) Pembakaran minyak bumi(untuk kendaraan bermotor)

3) Pembakaran gas alam(untuk keperluan memasak).

Akibat dari proses itu, CO2 dan gas lainnya terlepas ke atmosphere. Gas-gas tersebut disebut dengan gas rumah kaca. Jika gas rumah kaca yang memenuhi atmophere semakin banyak maka akan semakin kuat juga menjadi insulator yang menyekat panas dari sinar UV yang dipancarkan ke permukaan bumi. Diperkirakan proses menghangat dan mendinginnya bumi ini telah saling berganti-ganti kurang lebih selama 4 milyar tahun.

Dampak Pemanasan Global

A. Dampak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut

Temperatur bumi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatannya rata-rata 0.6 derajt C. Adanya kenaikan temperatur bumi ini akan mengakibatkan es di kutub utara, dan meningkatnya kenaikan temperatur air laut. Dampak lebih lanjutnya yaitu sebagai berikut :

1) Meningkatnya volume air laut 1,0 cm per tahun, maka dalam 100 tahun akan menjadi 100 cm atau 1 m, dan hal ini dapat dibayangkan berapa infrastruktur seperti: pelabuhan, waduk, sawah, gedung, rumah, dan tempat-tempat wisata akan menjadi rusak akibat tergenang air laut, bahkan diyakini banyak pulau-pulau kecil yang akan tenggelam, seperti puluhan pulau-pulau kecil yang telah tenggelam di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

2) Kondisi tersebut semakin diperparah oleh penurunan lapisan tanah

dari tahun ke tahun akibat pengambilan air tanah dalam yg berlebihan terutama yang dilakukan oleh industri-industri besar dan hotel-hotel berbintang seperti yg terjadi di Semarang, Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.

B. Dampak terhadap Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah adanya satu atau lebih zat fisik kimia,atau biologi pada atmosphere dalam ukuran jumlah tertentu yang dapat :

Ø Mengganggu dan membahayakan kesehatan makhluk hidup,

Ø Merusak estetika,

Ø Merusak bangunan,

Ø Merusak mobil atau peralatan listrik lainnya.

Beberapa definisi gangguan fisik pada polusi udara diantaranya:

Ø Polusi udara,

Ø Panas,

Ø Radiasi atau polusi cahaya.

Beberapa definisi ganggauan kimia pada polusi udara diantaranya :

Ø Asap industri,

Ø Asap kendaraan bermotor,

Ø Asap kebakaran hutan,

Ø Asap rokok.

Ø Asap pembangkit listrik

Beberapa definisi gangguan biologi pada polusi udara adalah :

Ø Timbunan gas metana pada urugan tanah,

Ø Uap pelarut organik,

Ø Timbunan gas metana pada TPA.

C. Dampak Terhadap Pertanian

Dampak pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim terhadap pertanian, antara lain :

Ø Terjadinya iklim ekstrim yang meningkat, sehingga sektor pertanian

akan kehilangan produksi akibat bencana kering dan banjir yang silih berganti.

Ø Kerawanan pangan akan meningkat di wilayah yang rawan bencana kering dan banjir.

Ø Menurunnya produkvitas pertanian khususnya pada wilayah pantai akibat naiknya temperatur bumi.

D. Dampak Terhadap Hewan dan Tumbuhan

Hewan dan tumbuhan tentu akan mengalami kesulitan untuk berpindah dan beradaptasi karena sebagaian besar lahan telah dikuasai oleh manusia. Dalam menghadapi pemanasan global, hewan akan berpindah mencari tempat yang dingin, yaitu ke daerah pegunungan atau ke arah kutub. Adapun tumbuhan yang tidak bisa bergerak sendiri akan menyesuaikan dengan iklim dalam hal pertumbuhannya. Sedeangkan tumbuhan yang tidak dapat menyesuaiakan diri tentu akan punah.

E. Dampak Terhadap Kesehatan Manusia

Pengaruh langsung dari pemanasan global terhadap kesehatam manusia, antara lain :

Ø Lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal

karena stress panas

Ø Meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernapasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan seperti spora mold dan serbuk sari.

Ø Meningkatnya penyakit-penyakit tropis lainnya, seperti d

emam kuning dan enchepalitis.

Penyebab Utama Pemanasan Global

A. Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca ditemukan oleh Joseph Fourier (1824) merupakan efek atmosphere memanaskan sebuah planet seperti Mars,Venus, Saturnus,Titan, dan Bumi.

Efek rumah kaca dapat dibedakan menjadi dua hal, yaitu :

- Efek rumah kaca secara alami terjadi pada bumi

- Efek rumah kaca meningkat yang terjadi akibat aktifitas manusia

(gambar diatas adalah contoh berbagai kendaraan penyumbang CO2/karbondioksida oleh aktifitas manusia sehari-hari di kota Semarang)

B. Penyebab Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh naiknya kosentrasi gas rumah kaca di atmosphere. Ada enam senyawa gas rumah kaca yang disepakati Protokol Kyoto, yaitu:

§ Karbondioksida(CO2)

§ Metana(CH4)

§ Nitrooksida(N2O)

§ Chloro-fluoro-Carbon(CFCs)

§ Hidro- fluoro-karbon(HFCs)

§ Sulfur heksafluorida(SF6)

Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak(BBM), batu bara, dan bahkan bahan oranik lainnya untuk menunjang aktivitas manusia. Di sisi lain, jumlah tumbuh-tumbuhan yang menggunakan CO2 hanya sedikit. Dengan demikian gas CO2 semakin meningkat.

Sinar matahari kebumi yang datang berupa energi akan mengalami hal sebagai berikut :

§ 25% sinar UV dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosphere,

§ 25%sianr UV diserap awan,

§ 45%sinar UV diserap permukaan bumi,

§ 5%sinar UV dipantulkan kembali oleh permukaan bumi.

Energi yang diserap bumi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi.Namun, sebagian besar infra merah tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi sebagaimana gambar di bawah ini.

Iklim global semakin menghangat,temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang stu ke lokasi lainnya.